Menkes Ngaku Terima Aduan Banyak RS Paripurna Gagal Gaji Nakes-Dokter

Menkes Ngaku Terima Aduan Banyak RS Paripurna Gagal Gaji Nakes-Dokter
September 15, 2026

LATEST NEWS

Menkes Ngaku Terima Aduan Banyak RS Paripurna Gagal Gaji Nakes-Dokter

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku pihaknya banyak menerima aduan rumah sakit paripurna mengalami kegagalan membayar gaji dokter hingga tenaga kesehatan (nakes) lainnya.

Hal itu disampaikan Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (19/6).

Kasus itu, kata Budi, kini mulai menggambarkan akreditasi belum sepenuhnya menggambarkan kondisi rumah sakit.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita lihat keluhan yang SDM-nya tidak dibayar. Misalnya dokter-dokternya tidak dibayar, jaspelnya ditunda, itu terjadi juga di rumah sakit-rumah sakit paripurna,” kata Budi.




RS paripurna adalah predikat atau status akreditasi tertinggi atau paling bagus dari badan pemerintah terkait pelayanan hingga perlengkapan dan peralatan fasilitas kesehatan tersebut.

Predikat itu diberikan karena RS dinilai memenuhi seluruh standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara menyeluruh.

Namun, kata Budi, selama ini predikat paripurna tak pernah mengukur manajemen rumah sakit terutama terkait kesejahteraan SDM. Pasalnya, sambung dia, kesejahteraan SDM tak masuk dalam indikator penilaian.

“Ya jadi sebelumnya pengaduan ini tidak pernah dihubungkan dengan akreditasi,” kata Budi.

Ke depan, Budi mengaku pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem penilaian tersebut. Dia bilang, sistem penilaian RS ke depan tidak hanya akan berbasis pada standar yang sudah ditetapkan, melainkan juga kepuasan masyarakat atau pasien, maupun kepuasan sumber daya manusia (SDM).

“Kita mau menghubungkan antara pengalaman dokter dan perawat di dalam rumah sakit kalau mereka tidak terlayani dengan baik ke dalam proses akreditasi rumah sakit,” ujar Budi.

Bahkan, dia mengaku ingin sistem penilaian tersebut juga berbasis pada kepuasan pasien. Nantinya, kata Budi, pasien bisa memberikan kepuasan dalam bentuk emotikon seperti di bandara Changi, Singapura.

“Ibu misalnya ke Changi tuh, atau naik pesawat atau berpasan, Bapak, Ibu kan disuruh pijit-pijit begitu ke WC di Changi, Bapak, Ibu keluar kan ingat tuh apa mukanya ada lima, mukanya cemberut atau muka senyum,” kata dia.

“Nah, kita nanti akan dorong tuh supaya pasien memilih secara gampang seperti itu, dan itu akan menjadi dasar untuk penilaian akreditas,” sambung Budi.

(thr/kid)

Share this post:

POLL

Who Will Vote For?

Other

Republican

Democrat

RECENT NEWS

Chef Louis Tanuhadi : Building Indonesia’s Next Generation of Culinary Talent - ObserverID

Chef Louis Tanuhadi : Building Indonesia’s Next Generation of Culinary Talent – ObserverID

Bamsoet Tegaskan Kepastian Hukum Wajib Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan PSN

Bamsoet Tegaskan Kepastian Hukum Wajib Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan PSN

Guardian Indonesia Brings “Wellness Journey Goes to Campus” Encouraging Young Indonesians to Embrace a Holistic Approach to Beauty and Well-Being - ObserverID

Guardian Indonesia Brings “Wellness Journey Goes to Campus” Encouraging Young Indonesians to Embrace a Holistic Approach to Beauty and Well-Being – ObserverID

Dynamic Country URL Go to Country Info Page