Riyadh –
Arab Saudi menyatakan telah mencegat empat pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman. Drone Houthi itu disebut menyasar ibu kota Riyadh.
Dilansir AFP, Minggu (18/10/2026), Riyadh memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, dalam perang saudara melawan kelompok Houthi yang didukung oleh Iran.
Sejak konflik kembali memanas pada bulan Juli setelah sempat mereda selama bertahun-tahun, Saudi terus menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak dari kelompok Houthi yang menyasar instalasi minyak, kapal tanker, serta bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak dalam beberapa jam terakhir di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah Selatan,” tulis juru bicara koalisi, Turki al-Malki, melalui platform X.
Arab Saudi menuduh Iran mendorong eskalasi yang dilakukan kelompok Houthi belakangan ini. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Teheran mendukung proses politik komprehensif sebagai satu-satunya cara yang praktis dan berkelanjutan untuk menyelesaikan konflik di Semenanjung Arab.
Araghchi juga menegaskan kembali tawaran Iran untuk menjadi penengah antara kedua belah pihak.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, sebelumnya menyatakan bahwa Riyadh belum menanggapi tawaran dari Iran tersebut.
Kelompok Houthi merupakan bagian dari “Poros Perlawanan” yang didukung Iran untuk melawan Israel dan Amerika Serikat, namun baik kelompok Houthi maupun Teheran bersikeras bahwa kelompok tersebut bertindak secara independen.
Arab Saudi telah melancarkan serangan udara balasan terhadap kelompok Houthi di Yaman, tempat pasukan pemerintah berupaya memukul mundur kelompok tersebut setelah mereka mencatatkan kemajuan dalam serangan kilat pada bulan September.
Pada Sabtu kemarin, sebuah kantor berita yang berafiliasi dengan kelompok Houthi menuduh pesawat tempur Arab Saudi menyasar permukiman warga sipil di provinsi Dhamar dan Taiz, yang mengakibatkan 12 orang tewas.
(fas/fas)