Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset

Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
July 20, 2026

LATEST NEWS

Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset

Jakarta

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menilai perlu adanya pengawas khusus dalam penerapan rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Pengawas khusus ini dinilai untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power aparat penegak hukum.

Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan akademisi hingga advokat di ruang Komisi III DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026). Komisi yang membidangi isu dan permasalahan hukum itu menerima setiap masukan RUU Perampasan Aset.

“Terima kasih masukan yang sangat berharga sekali ya. Ada tiga hal yang saya pengen konfirmasi pendapat bapak-bapak berdua. Yang pertama tadi soal apakah yang tepat itu asset recovery, pemulihan aset, untuk nomenklatur undang-undang ya, apakah perampasan aset karena kalau tadi UNCAC segala macem kan semuanya asset recovery,” kata Habiburokhman dalam rapat.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Waketum Partai Gerindra menilai perlu ada pengawasan operasionalisasi RUU Perampasan Aset nantinya. Habiburokhman menyinggung soal integritas aparat hukum dalam memulihkan aset.

“Yang kedua, terkait pengawasan terhadap operasionalisasi undang-undang ini, implementasi undang-undang ini. Kita tahu bahwa isu ya soal aparat yang bersih ini jadi masalah sekarang. Jangan sampai ini kita ingin membersihkan rumah dengan sapu yang kotor. Kalau situasi seperti itu terjadi maka ini bisa jadi bencana justru,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman berharap perampasan aset nantinya tak menjadi alat seseorang untuk menyalahgunakan kekuasaan. Habiburokhman ingin seluruh koruptor mempertanggungjawabkan perbuatan dan aset terkait disita untuk dipulihkan.

“Kalau ada aparat yang tidak terkendali abuse of power, memeras, menyalahgunakan jabatan ya, lalu memiliki kewenangan yang sangat besar, saya pikir akan menimbulkan masalah yang baru,” ujar Habiburokhman.

“Bukan yang terjadi bukannya asset recovery atau pemulihan aset, perampasan aset untuk negara, tapi adalah perampokan aset oleh aparat yang korup, aparat yang kotor,” tambahnya.

Habiburokhman menilai hal itu perlu diantisipasi dengan pengawasan yang lebih ketat. Habiburokhman lantas berbicara perlu adanya pengawas khusus yang memantau implementasi perampasan aset.

“Apakah best practices di dalam negara-negara lain ada semacam pengawas khusus ya. Kalau kita ini kan misalnya apa, KPK ada Dewas dan lain sebagainya. Pengawas khusus yang memang apa namanya maksimal dan efektif mencegah abuse of power,” ujar Habiburokhman.

“Takutnya kita malah jadi bisa kayak negara tuh kayak zaman-zaman warlord, tuan-tuan perang itu kan, kelompok ini menghajar kelompok ini dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Halaman 2 dari 2

(dwr/rfs)

Share this post:

POLL

Who Will Vote For?

Other

Republican

Democrat

RECENT NEWS

Densus 88 Tangkap Pria di Ciamis Diduga Propaganda Radikal di Medsos

Densus 88 Tangkap Pria di Ciamis Diduga Propaganda Radikal di Medsos

4 Kelas SDN di Kebayoran Lama Roboh, Siswa Terpaksa Numpang di Sekolah Lain

4 Kelas SDN di Kebayoran Lama Roboh, Siswa Terpaksa Numpang di Sekolah Lain

Video Player Placeholder

Mother and son rescued from remote island days after boat sinks | News

Dynamic Country URL Go to Country Info Page